Thursday, 11 Aug 2022

Studi Menunjukkan Penurunan Tanah Pantura Jawa Hingga 20cm Per Tahun

news24xx


Foto : TempoFoto : Tempo
www.jualbuy.com
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Pusat Penelitian Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan hasil studinya berdasarkan data Synthetic Aperture Radar bahwa penurunan tanah terjadi di kawasan pantai utara Jawa atau pantura .

“Hasilnya menunjukkan penurunan tanah terjadi di pantura Jawa, seperti Semarang dan sekitarnya,” kata peneliti di Pusat Penelitian Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, dalam webinar tentang banjir rob di musim kemarau, Kamis, 2 Juni 2022. .

Guru Besar yang juga mantan Kepala Balai Dirgantara dan Antariksa itu menjelaskan, erosi tanah tertinggi terjadi di pesisir Pekalongan sebesar 2,1-11,0 sentimeter per tahun, berdasarkan hasil pengukuran sepanjang 2015-2020.


Read More : Kapolri Belum Ungkap Motif Penembakan Brigadir J

Sementara itu, Jakarta mencatat penurunan tanah antara 0,1–8,0 sentimeter per tahun, Kota Semarang antara 0,9–6,0 cm/tahun, Kota Surabaya sebesar 0,3–4,3 cm/tahun, dan Kota Cirebon sebesar 0,28-4,0 cm/tahun. “Ini yang perlu diwaspadai,” tegas Djamaluddin.

Data satelit memperkuat penelitian sebelumnya seperti yang dilakukan oleh tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB). Kepala Laboratorium Geodesi ITB Heri Andreas mengatakan saat ini laju penurunan muka tanah di Semarang, Pekalongan, dan Demak sudah mencapai 20 sentimeter per tahun.



Read More : LPSK Bahas Permohonan Status Justice Collaborator Bharada E

“Ini adalah laju penurunan tanah tercepat yang tercatat di dunia,” kata Heri pada 29 Mei 2022.

Ia mempertanyakan mengapa pemerintah daerah tidak menyebut penurunan tanah sebagai salah satu faktor penyebab banjir rob 23 Mei lalu. “Karena dasar pengurangan risiko bencana melalui upaya mitigasi, pencegahan, dan adaptasi harus didasarkan pada penyelidikan. faktor penyebab yang tepat,” tegas Heri.

Thomas juga menambahkan, BRIN dapat melibatkan beberapa pusat penelitian untuk berkolaborasi meneliti banyak faktor penyebab banjir rob di pantai utara. BMKG, kata dia, bisa mengeluarkan peringatan dini banjir rob. “Tentunya pemerintah daerah bisa mempersiapkan infrastrukturnya.”





Loading...
Related News